Daerah

Panen Jagung 2 Ton di Kampar, Sinergi Polisi dan Warga Dorong Swasembada Pangan

41
×

Panen Jagung 2 Ton di Kampar, Sinergi Polisi dan Warga Dorong Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Panen Jagung 2 Ton di Kampar, Sinergi Polisi dan Warga Dorong Swasembada Pangan
Kegiatan panen jagung pipil yang digelar di Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, Rabu (8/4/2026). Fakta TV/Made

Fakta TV, Kampar – Upaya mendorong swasembada pangan nasional terus diperkuat di daerah. Salah satunya terlihat dari kegiatan panen jagung pipil yang digelar di Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, Rabu (8/4/2026). Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.

Panen dilakukan di lahan milik Lembaga Pembinaan Harga Dasar (LPHD) dengan luas sekitar 2 hektare. Dari lahan tersebut, diperkirakan menghasilkan sekitar 2 ton jagung pipil. Hasil ini dinilai cukup signifikan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjadi langkah konkret menuju swasembada pangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program tanam jagung yang sebelumnya digagas oleh Kapolda Riau sebagai bentuk kontribusi Polri dalam sektor pertanian. Program tersebut tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat desa.

Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut hadir dalam kegiatan panen tersebut. Di antaranya Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, Wakapolres Kompol Rizky Hidayat, Kabag SDM Kompol Hendrizal Gani, serta jajaran pejabat utama Polres Kampar.

Selain itu, hadir pula Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo, perwakilan perusahaan swasta seperti PT NPM dan PT RAPP, Camat Kampar Kiri Hilir, kepala desa, pengurus LPHD, hingga tokoh masyarakat dan warga setempat.

Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang dalam sambutannya menegaskan bahwa program tanam jagung ini memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial.

“Program tanam jagung ini bukan hanya tentang meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjadi bentuk kerja sama yang erat antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan bersama. Kita berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam program pertanian merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Di tengah berbagai tantangan global, sektor pangan menjadi salah satu aspek yang harus diperkuat.

Kapolres juga menyoroti manfaat langsung yang dirasakan masyarakat dari program ini. Selain meningkatkan produksi pangan, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya pengelolaan lahan pertanian secara produktif.

“Kami sangat mendukung program ini dan berharap hasil panen yang diperoleh dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, pemerintah kecamatan dan desa turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Mereka menilai program ini mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk kembali mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan.

Kepala Desa Rantau Kasih bersama pengurus LPHD juga menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi warga, terutama dalam membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.

Tidak hanya itu, keterlibatan perusahaan swasta dalam kegiatan ini juga menjadi nilai tambah. Dukungan dari sektor industri dinilai penting untuk memperkuat keberlanjutan program, baik dari sisi pendanaan maupun pendampingan teknis.

Selama kegiatan panen berlangsung, suasana terlihat penuh antusiasme. Warga bersama aparat dan pihak terkait turut serta dalam proses panen secara langsung. Kebersamaan ini mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.

Dari sisi keamanan, kegiatan berjalan lancar dengan pengawalan dari personel kepolisian. Tidak ditemukan kendala berarti selama proses panen berlangsung, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib dan kondusif.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada satu musim tanam saja. Ke depan, pengembangan lahan pertanian dan peningkatan produksi diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan hasil panen yang cukup menjanjikan, Desa Rantau Kasih berpotensi menjadi salah satu contoh desa yang berhasil mengoptimalkan lahan untuk mendukung ketahanan pangan.

Upaya seperti ini dinilai penting, terutama dalam menghadapi tantangan global yang dapat memengaruhi pasokan pangan. Kemandirian pangan di tingkat lokal menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Melalui sinergi yang kuat antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, program swasembada pangan diyakini dapat tercapai secara bertahap. Panen jagung di Kampar ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi nyata mampu menghasilkan dampak positif yang langsung dirasakan masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *