Berita

Hadapi Ancaman Super El Nino 2026, BPBD Meranti Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Bersama Lintas Sektor

16
×

Hadapi Ancaman Super El Nino 2026, BPBD Meranti Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Bersama Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini

Kep. Meranti – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, dan instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi fenomena Super El Nino yang diperkirakan terjadi pada 2026.

 

Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Bencana Karhutla yang digelar Polres Kepulauan Meranti di halaman Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (4/6/2026). Apel dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar dan dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, unsur TNI, Kejaksaan, BPBD, Satpol PP, Damkar, SAR, serta para camat dan tokoh masyarakat.

 

Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD kepulauan Meranti Ardath, mengatakan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

 

“Sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. BPBD terus berkoordinasi dengan seluruh pihak guna meminimalkan potensi bencana yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan kesiapan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Satpol PP, Damkar, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA). Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana penanggulangan karhutla seperti kendaraan operasional, pompa pemadam, alat pelindung diri (APD), dan perlengkapan pendukung lainnya.

 

Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar dalam amanatnya mengingatkan bahwa fenomena Super El Nino berpotensi menyebabkan cuaca panas berkepanjangan, menurunnya curah hujan, dan kekeringan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa melalui edukasi dan sosialisasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

 

“Pencegahan merupakan langkah paling efektif. Karena itu, seluruh stakeholder harus bergerak bersama mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat untuk menjaga wilayah Kepulauan Meranti dari ancaman karhutla,” kata Asmar.

 

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Maklumat Forkopimda Provinsi Riau tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan kepada perwakilan pemerintah daerah sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam pengendalian karhutla.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit pohon kepada perwakilan Masyarakat Peduli Api sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Green Policing Polda Riau, serta pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.

 

Melalui apel siaga ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas instansi, dan mengedepankan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026.***